Nexa Intelligence Docs
Pipeline Data

pillar_intelligence

Alur sintesis penalaran LLM batch harian (03:00 WIB) untuk menghasilkan rekomendasi mitigasi pimpinan ke dalam indeks Elasticsearch pillar_intelligence.

Pipeline Data: pillar_intelligence (Decision Intelligence)

Indeks Elasticsearch pillar_intelligence memuat hasil sintesis kognitif tingkat tinggi model kecerdasan buatan terhadap dinamika isu harian pada 5 pilar strategis nasional (Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, dan Geopolitik).

Pipeline ini dirancang menggunakan pola Pre-Aggregated Batch Index agar waktu respons API ke dashboard pimpinan berlangsung instan (< 50ms).


1. Alur Eksekusi End-to-End

[Elasticsearch: articles & trending_topics]
                  │
                  ▼ (Agregasi Data H-1, Pukul 02:30 WIB)
    [Konteks Fakta Teragregasi 5 Pilar]
                  │
                  ▼ (Pukul 03:00 WIB)
       [decision-worker Engine]
                  │
                  ├─────────────────────────────┐
                  ▼                             ▼
       [Penyusunan Payload AI]        [AIOS Workflow API]
                  │                             │
                  └──────────────┬──────────────┘
                                 ▼ (JSON Terstruktur)
       [Validasi Skema & Quality Gatekeeper]
                                 │
                                 ▼
       [Elasticsearch: pillar_intelligence]
                                 │
                                 ▼
       [Backend API: GET /overview/media-exec]
                                 │
                                 ▼
       Dashboard Overview (Modal Analisa 5 Pilar)

Workflow: Sintesis Keputusan Strategis

Multi-Agent Swarm untuk perumusan Executive SitRep dan rekomendasi kebijakan 24–72 jam

Input: Macro Aggregation & Anomaly Stream

Kompilasi tren 38 provinsi, sinyal lonjakan isu, dan jejaring Knowledge Graph

1. SitRep Synthesizer

Meringkas ratusan isu menjadi Executive Briefing padat terstruktur.

2. Threat Matrix Evaluator

Menghitung skor kerentanan & simulasi skenario ancaman 24–72 jam ke depan.

3. Policy Recommender

Menyusun 3 level opsi mitigasi (Langkah Cepat, Taktis, dan Kebijakan).

Output: Keputusan Strategis & Rencana Aksi Mitigasi PimpinanAction Plan

Rekomendasi taktis bertingkat, daftar instansi penanggung jawab, dan timeline eksekusi.


2. Siklus Batch Eksekusi (Pukul 03:00 WIB)

  1. Pengumpulan Fakta H-1 (02:30 WIB): Worker mengompilasi berita utama, kata kunci dominan, pergeseran sentimen, dan volume isu selama periode 24 jam sebelumnya.
  2. Inferensi Kognitif LLM (03:00 WIB): Model LLM menerima konteks teragregasi dan menghasilkan matriks keputusan strategis:
    • Needs (Kebutuhan): Tuntutan mendesak masyarakat atau kebutuhan kebijakan.
    • Opportunities (Peluang): Celah positif untuk intervensi stabilitas dan citra institusi.
    • Risks (Risiko): Potensi ancaman kamtibmas atau kerugian negara.
    • Recommended Actions: Arahan taktis langkah mitigasi untuk pimpinan.
  3. Penyimpanan Dokumen Indeks: Dokumen disimpan dengan format ID unik pillar_{pilar_key}_{YYYY-MM-DD} (misal: pillar_ekonomi_2026-09-26).

Alur Decision Intelligence Worker (`decision-worker`)

Kalkulasi skor ancaman, rekomendasi mitigasi strategis, dan notifikasi early warning

01. Extract Macro AggregationsPostgreSQL • Redis

Membaca data sentimen agregat, anomali volume, dan isu kritis dari Aggregation Worker.

02. Threat Matrix & Impact ScoringLikelihood × Severity (0 - 100)

Menghitung indeks kerentanan dan tingkat keparahan ancaman berdasarkan matriks risiko standar.

03. Actionable Policy Recommendation SynthesisLLM Reasoning Engine

Menyusun butir-butir rekomendasi taktis (Langkah Cepat, Mitigasi Menengah, & Solusi Kebijakan).

04. Alerting Dispatcher & Dashboard SyncWebSocket • Telegram / Email Alert

Mengirim sinyal peringatan dini ke pemangku kepentingan dan menyinkronkan data ke portal eksekutif.


3. Format Dokumen Hasil Sintesis (pillar_intelligence)

Format dokumen yang disimpan ke dalam indeks Elasticsearch pillar_intelligence telah mengadopsi matriks multi-persona (4 peran pemangku kepentingan) dengan 5 dimensi analisis (Kebutuhan/Needs, Peluang/Opportunities, Risiko/Risks, Rekomendasi/Recommendations, Indikator/Indicators) serta menyertakan bukti topik dan artikel terstratifikasi:

{
  "doc_id": "pillar_ekonomi_2026-09-26",
  "target_date": "2026-09-26",
  "generated_at": "2026-09-26T03:00:00Z",
  "period": "24h",
  "pillar": "ekonomi",
  "label": "Ekonomi",
  "metrics": {
    "article_count": 632,
    "negative_count": 28,
    "negative_pct": 4.43
  },
  "insights": {
    "pemerintahan": {
      "title": "Untuk Pemerintahan",
      "text": "Kalibrasi subsidi & jaga stabilitas harga pangan sebelum tekanan daya beli meluas."
    },
    "pelaku_bisnis": {
      "title": "Untuk Pelaku Bisnis",
      "text": "Pantau arah suku bunga & daya beli konsumen untuk putuskan ekspansi atau lindung nilai."
    },
    "lsm_organisasi": {
      "title": "Untuk LSM & Organisasi",
      "text": "Arahkan program pendampingan ekonomi ke kantong masyarakat terdampak tekanan harga."
    },
    "personal": {
      "title": "Untuk Personal",
      "text": "Kelola alokasi belanja rumah tangga & siapkan dana darurat mengantisipasi dinamika harga."
    }
  },
  "detail": {
    "pemerintahan": {
      "ringkasan": "Kalibrasi subsidi & jaga stabilitas harga pangan sebelum tekanan daya beli meluas.",
      "kebutuhan": [
        "Data ketimpangan dan sebaran kemiskinan terbaru",
        "Stok cadangan beras dan komoditas pangan strategis"
      ],
      "peluang": [
        "Penguatan ketahanan pangan lokal berbasis desa",
        "Efisiensi belanja modal melalui e-katalog"
      ],
      "risiko": [
        "Lonjakan inflasi pangan menggerus daya beli masyarakat",
        "Keterlambatan penyaluran subsidi tepat sasaran"
      ],
      "rekomendasi": [
        "Operasi pasar terarah di kantong inflasi tertinggi",
        "Percepat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)"
      ],
      "indikator": [
        "Indeks Harga Konsumen (IHK) bahan makanan",
        "Tingkat keterisian cadangan beras pemerintah"
      ]
    },
    "pelaku_bisnis": {
      "ringkasan": "Pantau arah suku bunga & daya beli konsumen untuk putuskan ekspansi atau lindung nilai.",
      "kebutuhan": ["Proyeksi suku bunga acuan & nilai tukar", "Sinyal daya beli per segmen konsumen"],
      "peluang": ["Pemanfaatan insentif pajak investasi hijau", "Diversifikasi rantai pasok lokal"],
      "risiko": ["Kenaikan beban pinjaman modal kerja", "Kontraksi belanja konsumen menengah bawah"],
      "rekomendasi": ["Perketat efisiensi operasional", "Tinjau ulang jadwal belanja modal besar"],
      "indikator": ["Tingkat suku bunga kredit perbankan", "Pertumbuhan penjualan ritel"]
    },
    "lsm_organisasi": {
      "ringkasan": "Arahkan program pendampingan ekonomi ke kantong masyarakat terdampak tekanan harga.",
      "kebutuhan": ["Data penerima bantuan sosial per kluster", "Pemetaan komunitas rentan miskin baru"],
      "peluang": ["Kolaborasi CSR perusahaan untuk padat karya", "Advokasi perlindungan upah pekerja"],
      "risiko": ["Penurunan kesejahteraan kelompok rentan", "Akses bantuan sosial tidak merata"],
      "rekomendasi": ["Gelar posko aduan bansos independen", "Fasilitasi program pemberdayaan mikro"],
      "indikator": ["Tingkat partisipasi bantuan sosial", "Laporan aduan masyarakat"]
    },
    "personal": {
      "ringkasan": "Kelola alokasi belanja rumah tangga & siapkan dana darurat mengantisipasi dinamika harga.",
      "kebutuhan": ["Informasi harga pangan pokok terkini", "Skema bantuan perlindungan sosial yang tersedia"],
      "peluang": ["Optimalisasi instrumen investasi berisiko rendah", "Peluang usaha sampingan ekonomi kreatif"],
      "risiko": ["Tergerusnya tabungan untuk kebutuhan konsumtif", "Keterjebakan pada pinjaman online ilegal"],
      "rekomendasi": ["Prioritaskan dana darurat minimal 3 bulan", "Hindari utang konsumtif suku bunga tinggi"],
      "indikator": ["Harga komoditas sembako eceran", "Suku bunga tabungan dan deposito"]
    }
  },
  "top_topics": [
    { "key": "harga-grosir", "label": "Harga Grosir", "count": 6 },
    { "key": "capacity-utilization", "label": "Capacity Utilization Manufaktur", "count": 6 },
    { "key": "defisit-anggaran", "label": "Defisit Anggaran", "count": 4 }
  ],
  "representative_headlines": [
    {
      "article_id": "9dcec667-23a2-5acb-9d6a-a1dd07590f2b",
      "title": "Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara terancam tingginya tiket pesawat",
      "summary": "Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara pada September 2026 terancam oleh tingginya harga tiket pesawat akibat beban avtur.",
      "source": "detik.com",
      "sentiment": "Negatif",
      "risk_level": "Rendah",
      "url": "https://news.detik.com"
    }
  ],
  "generated_by": "decision-worker",
  "model_version": "aios-workflow"
}

4. Spesifikasi Payload Request & Response AI

Payload request lengkap yang dikirimkan oleh decision-worker via HTTP POST ke AIOS Workflow Endpoint:

POST https://api.ai.dev.app-nexa.com/api/workflows/918869ad-344b-4079-bec0-5ef214870847/process
Authorization: Bearer sk-nexa-***
Content-Type: application/json
{
  "inputs": {
    "target_date": "2026-09-26",
    "pillar": "ekonomi",
    "pillar_label": "Ekonomi",
    "aggregated_metrics": {
      "article_count": 632,
      "negative_count": 28,
      "negative_pct": 4.43
    },
    "top_topics": [
      { "label": "Harga Grosir", "count": 6 },
      { "label": "Capacity Utilization Manufaktur", "count": 6 },
      { "label": "Defisit Anggaran", "count": 4 }
    ],
    "representative_headlines": [
      {
        "title": "Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara terancam tingginya tiket pesawat",
        "source": "detik.com",
        "sentiment": "Negatif",
        "risk_level": "Rendah"
      }
    ]
  }
}

On this page